#6 Sharing Story: Dosa-dosa yang Diremehkan

 



DOSA-DOSA YANG DIREMEHKAN


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammad.

    Hi, reader! Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan catatan kajian tentang Dosa-dosa yang Diremehkan, disampaikan oleh Ustadzah Syarifah Fatimah Binti Novel Jindan, di Creative Hub Masjid Raya Bintaro Jaya, tanggal 27 Oktober 2026.

Perlu diingat: Dosa itu bikin penyakit dan obatnya adalah istigfar. Perbuatan dosa meskipun tidak menyakiti orang lain, tapi menyakiti diri sendiri. 

Imam Al-Ghazali menuturkan bahwa secara garis besar ada beberapa macam kategori dosa, yaitu:

  • Dosa seorang hamba antara ia dengan Allah, yang berkaitan dengan berbagai kewajiban, perintah atau larangan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk dilaksanakan oleh hamba-Nya. Yang tidak berkaitan langsung dengan hak sesama manusia (misalnya: meninggalkan salat, tidak puasa, dan berzina). Kalau kita meremehkan dosa tersebut kemudian kita tahu dan sadar bahwa Allah pasti melihatnya, itu sama saja kita menganggap remeh Allah. Maka tidak sepatutnya kita meremehkan dosa.
  • Dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah, yang menjadikan sesuatu tandingan bagi Allah, mempersekutukan Allah (syirik).
  • Dosa yang tidak dibiarkan oleh Allah, dosa yang terjadi di antara sesama hamba Allah (misalnya: ghibah, namimah, tajassus, menyangkut harta benda, jiwa dan kehormatan). Dosa ini yang paling berat penyelesaiannya. Allah tidak akan membiarkan begitu saja dosa ini kecuali orang yang dizalimi sudah memberikan maaf serta ikhlas kepada pelakunya selama di dunia, ada pun hak-haknya telah dikembalikan. Jika tidak diselesaikan selama masih di dunia, ia akan menuntut dibayar dengan pahala kebaikan pelaku di akhirat.

Kehormatan seorang mukmin sungguh mulia di sisi Allah. Islam sangat melarang umatnya mencaki-maki, menyakiti hati, perasaan, maupun fisik sesama mukmin. Ini ditegaskan melalui beberapa hadis:

"Mencaci-maki seorang muslim adalah kefasikan, sedangkan memerangi seorang muslim adalah kekufuran." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS. Al-Ahzab: 58)


Bersumber dari nasihat Imam Ali Zainal Abidin (cucu Nabi Muhammad SAW) Allah menyembunyikan 3 hal dalam 3 hal, yaitu:
  • Allah menyembunyikan nikmat ridho-Nya yang lebih besar dari nikmatnya surga dalam ketaatan. Maka jangan pernah meremehkan amal kebaikan dan ibadah sekecil apa pun, karena bisa jadi keridhaan Allah terletak pada amal yang menurut kita sepele tersebut.
  • Allah menyembunyikan murka-Nya dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan. Maka jangan pernah meremehkan dosa dan perbuatan maksiat sekecil apa pun, karena bisa jadi kemurkaan Allah terletak pada perbuatan tersebut.
  • Allah menyembunyikan rahasia para Wali-Nya diantara para makhluk-Nya. Maka jangan pernah merendahkan atau meremehkan sesama manusia, karena bisa jadi orang yang kita pandang remeh adalah kekasih atau wali Allah (Waliyullah).

 

Satu dosa yang dapat menghancurkan seluruh amal kebaikan dan mencukupi dosa-dosa yang lain adalah meremehkan orang lain. Karena meremehkan orang lain merupakan akar kesombongan, dapat mengahapus pahala amal kebaikan, merusak hubungan antar manusia, dan sibuk mencari kejelekan orang lain.

Satu ketaatan yang dapat menjaga dan menyempurnakan seluruh amal kebaikan adalah meninggalkan dosa (kemaksiatan dan hal-hal yang haram). Dengan meninggalkan dosa dan menjauhi perkara yang diharamkan adalah tolok ukur tertinggi dari seorang ahli ibadah.

"Jagalah dirimu dari keharaman-keharaman, niscaya kamu menjadi orang yang paling ahli ibadah." (HR. Tirmidzi)

Dosa dan perbuatan maksiat dapat menghalangi dan mengaramkan rezeki seorang hamba.

Hadits Rasulullah SAW: "Sesungguhnya seseorang benar-benar dihalangi mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat" (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).


Masya Allah, bersyukur banget Alhamdulillah, jadi dapat pengingat tentang dosa. Menjadi bagian pentingnya mendengarkan kajian. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam saya menyampaikan baik isi maupun penulisannya di postingan ini. Kalian yang membacanya jangan sungkan untuk menyampaikannya ke saya apabila terdapat kesalahan, ya.

Semoga sharing story ini bermanfaat untuk saya dan juga untuk kalian juga yang membacanya. Menjadi bagian usaha kita untuk tidak lagi meremehkan dosa. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang diinginkan untuk menjadi baik dan lebih baik lagi. Aamiin...

    Terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke blog ini. Sampai jumpa di postingan sharing story lainnya.


Barokallahu fiikum.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

—Desti

 


0 Comments